Ceriitanya Minggu, 2 November saya keseleo dan langsung bengkak, panik deh dan langsung sms beberpaa teman, ada beberapa rekomendasi juga, hanya karena Popop males nganter ke tempat yang jauh, akhirnya kami memutuskan memanggil tukang urut deket sekolah Dd-Lala. Dengan meringis kesakitan saya diurut oleh si Ibu for 1 hour, ehm meringis kesakitan deh. Pesannya adalah jangan dibawa jalan nanti kakinya bengkak, alhasil saya menjadi putri selama hari Minggu, dan engkle-engkle dengan sangat terpaksa (hanya) kalo mau ke WC. Hari Senin-Selasa, saya off masuk kantor, asyik juga ya menikmati kebersamaan dengan twinnies di rumah, walaupun karena kaki keseleo.
Hari Rabu, karena ada sesi yang wajib saya ikuti (sebenernya wajib karena belum ada stunt man aja ye...
atau pemeran pengganti, saya ke kantor dan harus ke Pertamina tentunya dengan kaki terseok dan bengkak (huuuuuuuuu). Di Pertamina saya bsa menutupi keseleo-an nih, kecuali dengan teman-teman terdekat, yang "katanya malu mengakui teman" (hahahaha) tapi memberikan rekomendasi tukang pijet. Anyway thank you, dan hari Rabu saya pun dipijat di kantor yang dibesuk, ya iyalah dipijet di open space pasti banyak yang liat. Tapi seneng deh diperhatiin, kan artinya saya acceptable di sini (halah narsis.com).
atau pemeran pengganti, saya ke kantor dan harus ke Pertamina tentunya dengan kaki terseok dan bengkak (huuuuuuuuu). Di Pertamina saya bsa menutupi keseleo-an nih, kecuali dengan teman-teman terdekat, yang "katanya malu mengakui teman" (hahahaha) tapi memberikan rekomendasi tukang pijet. Anyway thank you, dan hari Rabu saya pun dipijat di kantor yang dibesuk, ya iyalah dipijet di open space pasti banyak yang liat. Tapi seneng deh diperhatiin, kan artinya saya acceptable di sini (halah narsis.com).Hari Kamis, kaki ini masih bengkak, alhasil hari Jumat saya berjuang untuk dirontgen di kantor, dan menurut hasil rontgen yang dilihat sekilas (karena belum ada dr yang bacanya) ada sedikit keretakan. Mbak Ina, kekeuh menyuruh saya ke H. Naim , dan Ari ternyata punya pengalaman di H. Naim. Terpaksa deh nyuruh Mbak Ina yang bujuk Popop.
Karena masih penasaran, hari Sabtu akhirnya kita ke RSPI dan have one day visit (hehehehe, sekalian deh imunisasi Dd-Lala). Hasil rontgen bilang bahwa memang ada keretakan tapi posisi tidak berubah, karena Dr. Orto-nya udah pulang, akhirnya buat sched hari Senin.Meanwhile Dr nyuru saya pake Trombopop dan balut kakinya pake hansocraft biar nggak bergerak.
No more choice saya paksa Popop ke H. Naim hari Minggu-nya (mengenai H. Naim saya post di review ya), pijetannya nggak sampe 5 menit, dan saya langsung dipasang bambu, dan diperban kain kasa (persis seperti saran dokter), katanya I. Allah 4 hari lagi bisa dibuka sendiri dan I. Allah sudah baik. Amin ya Allah, sekarang saya ke kantor masih bersepatu teplek yang belum bisa ditutup, ya iyalah pan masih ada perban dan kain kasa itu.
Apapun yang terjadi saya harus bisa mengambil hikmahNya kan, ini kan ujian dari Allah, dan saya tetep musti bilang Alhamdulillah, bahwa saya masih diberi kesempatan sembuh, Amin....
Doakan ya hari Kamis kaki saya kembali seperti sedia kala (walaupun for a time being no more high heels, but there's a reason to buy a new flat shoes kan... piss ah)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar