28 Februari, 2008

auditor

buat teman-teman saya yang berprofesi auditor (ups...maaf it's not offense ya...), mungkin kalau auditor di Big 5 akan bedalah, tapi yang menyesalkan adalah auditor yang sengaja mencari-cari kesalahan (haiyaa...)
Contohnya nih Jum'at lalu, tiba-tiba saya diminta menyiapkan arsip untuk dua pekerjaan saya, halah, tapi arsip yang diminta mengarah ke satu titik (it doesn't take genius to know deh), kan bete..., maunya apa ya...yah, tapi daripada panjang lebar jadilah kita siapkan dengan "seksama" (baca ya: seksama", yang artinya...)

film bernuansa horror

Bangsa ini memang bangsa yang masih menghargai nilai-nilai mistis, dan saya termasuk orang yang jengah dibuatnya. Betapa tidak dua anak saya jadinya hapal jenis-jenis horror, hantu, dan pocong apalah namanya. Yang betenya si kembar udah saya larang untuk nonton TV, for whatever the reason is, kecuali Playhouse Disney Channel, Disney, dan Nick TV.

Tapi, ternyata baligo-baligo di jalanan malah nggak bisa dibendung (benci deh ih...). Contohnya di Mc D Kemang, di pertigaan patal senayan, wuih si kembar pun dengan giat bertanya-tanya apaan itu mimi dan sebagainya..

Pengen tahu deh ROInya menciptakan film hantu, kapan ya bangsa ini berhenti memproduksi film begituan.. :)

27 Februari, 2008

rumah sosis

Udah lama pengen maen ke rumah sosis, apalagi sering banget liputannya di tv, dan waktu kita pulang ke Jakarta habis liburan tahun baru, si kembar dibujuk pulang dengan alasan mau beli tiket untuk ke rumah sosis...
Tadinya popop udah males maen ke rumah sosis, hanya kadung janji, akhirnya saya putuskan untuk tetap pergi ke rumah sosis. jadi deh kita lengkap berangkat ke rumah sosis hari minggu lalu (kebetulan bandung sedang tidak hujan siang itu). Jadi abis sholat dhuhur dan anak-anak udah makan siang, kita b4 ditambah una dan papa mamanya, juga ecis meluncur ke rumah sosis. Di jalan lala sempet bobo, dan dd tetep ceng li...

Sampe di rumah sosis, langsung disambut oleh 2 badut sosis yang membuat si kembar riang gembira, dan kemudian naik ke atas sedikit ada kuda tunggang. Quite attracting sih, lala dan dd sebagai penggemar berat kuda langsung memutuskan untuk naik kuda, tapi kita alihin dulu dengan alsan liat permainan lainnya. Kebetulan ada ATV, jadinya popop pun ber ATV ria dengan membonceng lala dan dd gantian (10 menit= Rp 25.000) Eh, ketemu Ifa, anak dan suaminya disana. Selesai ATV, lala dan dd liat kolam renang, dan merengek minta berenang, ehm...masalahnya kita nggak bawa baju dan emang nggak niat berenang. Jadilah dua sejoli itu dialihkan kembali naik rumah pohon Rp 20.000/anak yang bisa sepuasnya. Menurut saya sih, maenannya worth banget, dapet eskrim gratis lagi, dan sehat karena nggak pake ac (beda ama di mall). Tapi entah mengapa si popop tetep aja nggak suka. Selama main kami pun berwisata kuliner dengan membeli ketan bakar, colenak, green tea, yoghurt, dan tentunya sosis (ini lala dan dd hobby banget).

Selesai main rumah pohon (berhenti karena lala pipis sih sebenernya), mereka naik kereta sosis (1 anak Rp 10.000/2 putaran). Selesei itu semua hari udah gelap mau ujan, dan kita masih berencana mau ke rumah mode tadinya, tapi lala dan dd belum puas maen juga. Akhirnya dd memutuskan naik flying fox, hehehehee, hebat euy anak 3 tahun itu bermain flying fox dengan ketinggian 10 m... Kalau lala mah nggak mau...

Udah DD berflying fox (Rp 10.000/anak) bertepatan dengan hujan rintik disusul dengan petir, akhirnya pulang deh, kalau saya bilang sih rumah sosis worth banget ya apalagi kalo punya anak kecil, beneran deh, kita emang nggak nyoba restonya, tapi jajanannya OK lah untuk pengganjal perut. Hanya si popop mah nggak jod aja ama rumah sosisnya, dia bilang bagusan tempat lain, selama perjalanan pulang lala nyanyi: aku mau makan (ala maia 'n friends), tapi la karna hujan jadinya kita nggak makan deh :)

kalo mau sekalian berenang di rumah sosis mendingan dateng dari pagi aja, kalo siang kayaknya hanya sempet untuk bermain-main....

20 Februari, 2008

20 Februari 2008


hanya ingin berbagi, apa yang sedang dialami, mudah-mudahan semua yang membaca dapat merasakan apa yang juga kami rasakan, dan keadilan dapat ditegakkan kembali di Indonesia tercinta ini, dan semoga Allah SWT melindungi umatNya

19 Februari, 2008

negara dalam negara

Kalau ada lembaga yang sangat tidak saya sukai akhir-akhir ini, yah lembaga dengan 3 huruf itu, yang mengatasnamakan bahwa seakan merekalah yang paling bersih di bumi pertiwi ini, hmmm padahal kita semua tahu siapa ketuanya sekarang (adalah orang yang ketika jabatannya dulu juga hanya terbuka matanya kalau ada uang, hugh)

Sangat tidak adil apa yang telah mereka lakukan, masak yang mengalirkan dana ditahan, ditangkap dan dijadikan tersangka, sementara yang menerima aliran dana (halah, jangan ditangkap atau dijadikan tersangka, sampai dengan saya menulis blog ini, tidak ada dari 16 nama anggota yang menerima aliran dana itu yang dipanggil) Tidak adil bukan...??

Besok GBI kembali dipanggil oleh lembaga tersebut, semoga seluruh rakyat Indonesia tahu mana yang benar dan mana yang salah, semoga di balik muka dia di layar TV setiap orang tahu bahwa dia hanya melakukan permainan politis yang menurut saya sangat kotor... Mari kita mendoakan agar keadilan yang sebenar-benarnya dapat ditegakkan di bumi pertiwi ini

Salam sejahtera bagi kita semua,

Rekan-rekan karyawan yang saya banggakan,
Pada hari Rabu tanggal 20 Februari 2008, saya sebagai Gubernur akan memenuhi panggilan pemeriksaan oleh KPK terkait proses hukum yang saat ini sedang berlangsung. Sebagai seorang warga negara yang taat hukum (a law abiding citizen), saya akan mengikuti seluruh proses pemeriksaan ini dengan semangat untuk menyelesaikan persoalan ini secepat mungkin.

Besar harapan saya bahwa di ujungnya nanti persoalan hukum yang ada saat ini akan sampai pada sebuah penyelesaian yang bermartabat dan berkeadilan. Oleh karenanya, dalam menjalani proses ini, saya memohon dukungan do’a dari rekan-rekan sekalian. Dukungan doa dari rekan sekalian sungguh bermakna dalam memberikan peneduh bagi saya dalam menjalani proses ini ke depan.

Terimakasih atas dukungan dan perhatian rekan-rekan selama ini. Wassalamu’alaikum wr.wb.

Bagaimana saya dan mungkin sebagian besar orang akan menitikkan air mata membaca surat ini

15 Februari, 2008

ketika salah jadi benar dan benar menjadi salah

Pasti kita semua menyadari bahwa mulai bulan Januari 2008 ini, institusi tempat saya bekerja dirundung oleh masalah, masalah yang sebelumnya tidak begitu mengusik emosi saya, ketika 28 Januari yang lalu, pemimpin tertinggi dari lembaga ini dinyatakan sebagai tersangka menyusul kemudian dua orang direktur.

Tapi lama kelamaan terjadi ketidakadilan menurut saya dan menurut seluruh orang di lembaga ini, ketika pemeriksaan terus bergulir dengan alur yang tidak proporsional, dimana kemarin sore dilakukan penangkapan. Mbok ya iya, kasus aliran dana (yang tidak dinikmati secara individu) dan dialirkan untuk sekelompok orang yang sedang duduk manis di gedung bundar senayan membuat seseorang menjadi ditangkap. Dengan alasan ditangkap untuk kepentingan pemeriksaan, hey, dimana hati nurani Anda lembaga yang terhormat! Memang dengan tidak ditangkap akan membuat ybs kabur, ya tentu tidak, kalian tidak melihat bahwa kami profesional. Mungkin mereka yang duduk di kursi terhormat dan di atas angin saat ini memang berkeinginan memberikan tekanan psikologis yang dampaknya lebih luar biasa.

Saya memang baru bergabung dengan institusi ini, tapi rasanya sekarang pun saya sudah terlibat secara emosional, betapa tidak adilnya, terlepas dari isu ini diangkat menjelang suksesi 17 Februari, tapi sudah sangat jelas ketidak proporsioanalannya, masak yang mengalirkan dana ditangkap, yang dialirkan dananya tidak ditangkap, kan aneh....!!!
Tidak rela rasanya melihat instansi ini diobok-obok oleh kepentingan politik segelintir orang, Anda mungkin melihat saya sudah sangat emosional, tapi jika Anda berada di dalamnya.

Memangnya lembaga itu mau menanggung resikonya jika pasar bergejolak dan nilai tukar rupiah menurun akibat ketidakpercayaan terhadap bank sentralnya... Duh, apa sih sebenernya yang ada di benak mereka, panggung politik apa yang sedang dimainkan dan siapa kah dalang yang"berhak mendapat penghargaan" (dalam konteks negatif ya). Yang jelas saat ini kami semua merasa kecewa akan ketidakadilan negeri ini, kasus pembelian lahan mahkamah konstitusi pun seperti lenyap ditelan bumi, tapi mengapa kasus aliran dana seperti menjadi hot news, ayo kalau mau berantas korupsi berantas dengan benar.... Ini pernyataan yang sudah publicly news..., dan mampu membuat saya setidaknya menitikkan air mata:


“Ass. Wr. Wb.
Mempertimbangkan makin beratnya tantangan yang harus dihadapi Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas makroekonomi dan stabilitas sistem keuangan serta menyikapi pemberitaan yang berkembang akhir-akhir ini, Dewan Gubernur Bank Indonesia ingin menyampaikan kepada seluruh pegawai Bank Indonesia dan masyarakat luas hal-hal sebagai berikut:

Kami ingin menegaskan kembali bahwa setiap kebijakan Bank Indonesia di dalam kondisi apapun senantiasa berlandaskan pada itikad baik dan ditujukan untuk kepentingan umum sesuai dengan mandat yang diberikan Undang-undang.
Kami siap untuk mengurai benang kusut persoalan yang sedang dihadapi saat ini sebagai bagian dari peran aktif Bank Indonesia dalam pemberantasan korupsi. Bank Indonesia akan senantiasa membantu proses hukum yang sedang berjalan dan dalam proses tersebut kita semua berharap bahwa hukum dapat ditegakkan secara adil.
Kami senantiasa bersikap pro-aktif untuk memperbaiki diri sebagaimana terbukti dari prestasi yang kita raih dalam beberapa tahun terakhir ini. Bank Indonesia juga selama ini telah berupaya untuk meningkatkan good governance dan di dalam hubungan ini kami tentu mengakui bahwa masih terdapat beberapa kelemahan namun kami memiliki komitmen yang kuat untuk melaksanakannya bersama-sama dengan seluruh jajaran Bank Indonesia dan seluruh elemen bangsa.
Kami berharap di masa depan tidak ada lagi situasi yang membuat ketidakpastian di dalam berkarya dan yang berpotensi merusak kredibilitas Bank Indonesia sebagai bank sentral dan meruntuhkan kepercayaan dunia internasional pada ekonomi negeri ini. Kami, Dewan Gubernur tidak rela bila Bank Indonesia dipermainkan untuk kepentingan-kepentingan tertentu. Oleh karena itu kami berharap bahwa proses pemilihan Gubernur yang akan datang akan dilakukan secara lebih fair, bersih, objektif, dan bertanggung jawab.
Melihat semua ini, saya sebagai pribadi ingin menegaskan bahwa setelah masa jabatan saya berakhir saya tidak berniat untuk menduduki jabatan ini kembali. Saya meyakini bahwa sebagai warga negara, saya akan tetap dapat mengabdikan diri pada bangsa dan negara yang kami cintai ini.

Mudahmudahan keadilan dalam negeri ini bisa terjadi

12 Februari, 2008

definisi cantik dan cakep

Tau nggak bagaimana my twins mendiskusikan cantik dan cakep..., menurut mereka orang yang cantik adalah yang berambut panjang, jadi peduli seperti apa dan bagaimana, kalo rambut panjang adalah cantikkkkkkkkkkkkkkk banget (padahal sang mimi, sedang fell in love banget dengan rambut pendeknya, hehehe) jadi deh mimi nggak masuk kategori cantik mereka. Tapi, ketika saya tanya apakah saya cantik kalo pake jilbab, mereka jawab: iya. Insya Allah ya Nak, mudah-mudahan dalam waktu yang tidak terlalu lama deh pengen menjalankan syariatnya.

Mereka punya tongkat peri kan, terus dd sering memainkan tongkat perinya pada saya, dan bilang:sim salabim, mimi nggak jerawatan atau sim salabim jerawat mimi ilang (hadoh, gawat nih). Atau di lain waktu, dd bilang: mimi, kenapa sih mimi rambut pendek, jerawatan lagi (saya: pingsan, untung dia nggak memperpanjang list dengan bilang: gendut)

Nah, menurut mereka orang yang cakep adalah yang rambutnya nyuing-nyuing ke atas, basah dan menggunakan gel, hehehe. Susah nih mendeskripsikannya, tapi kayak Ruben deh. Alhasil, sang popop lah yang didaulat untuk membuat rambutnya seperti itu. Lucunya, setiap pagi popop mau berangkat kerja, mereka langsung baris dan bilang: Pop, gini loh ranbutnya diginiin (red: tangan mereka di atas kepala dan membentuk segitiga-segitiga gitu deh). Sayangnya sang popop juga konvensional dan enggan untuk merubah gaya rambutnya, jadi deh Lala dan Dd yang BT, hehehe.

11 Februari, 2008

thanks to friendster

Jaman sekarang jaman edan, hehe, bukan-bukan itu maksud saya, tapi jaman sekarang memang jaman yang serba mudah, internet, email, wi-fi dan sebagainya seakan hal-hal yang tidak bisa dipisahkan dari kita. Ngaku deh dalam satu hari saja i can't live without email dan om-google. Dan google sudah menjadi kata kerja, apa-apa digoogle saja...

Saya termasuk orang yang internet freak, banget, nah dengan semakin majunya jaman bermunculan juga mailing list, yahoogroups, friendster, facebook, blog dan multiply, dan banyak lagi sederet hal yang saya sendiri belum join. Susah masalahnya :) ini aja baru enjoy facebook. Ngomong-ngomong masalah friendster, ini inti ceritanya, teman-teman saya menemukan jodohnya dari friendster *hadoh, hebat ye...* ternyata kemajuan teknologi juga memudahkan kita mencari jodoh, dulu mah jaman saya pacaran sms dan hp masih jadi barang langka :)