saya: sus, jadi kamu sudah punya anak..??
susi: iya bu, 8 bulan, laki-laki
saya: oh, siapa yang jaga
susi: ibu saya
saya: terus, suami kamu kerja dimana...??
susi: saya udah cerai Bu, suami saya dulunya jadi paranormal di Bekasi
saya: (mulai tanda tanya, secara Susi ini berasal dari Garut)
kenapa cerai...??
susi: soalnya ternyata saya dijadikan istri keempat, dan setelah anak saya dua bulan, saya nggak dinapkahin lagi (sunda-red.)
saya: lah, kamu emang nggak tahu kalo jadi istri keempat
susi: nggak Bu, saya taunya hanya jadi istri kedua saja, soalnya istri tuanya, tetangga kampung saya
saya: (sudah mulai mau pingsan) hah...., emang kamu kenal berapa lama sampai kamu nggak tau dia udah punya 4 istri
susi: lumayan lama Bu, 4 bulan, terus saya langsung dikawinin
saya: gubraaaaaaaaaaaaaakkkkkkkkkk
Saya yakin masih banyak cerita-cerita Susi lainnya di bumi pertiwi ini, ketika saya dan kita semua berbicara mengenai emansipasi wanita, ketika semua partai berbicara mengenai jatah kursi perempuan, ketika ada menteri pemberdayaan wanita, dan masih banyak lagi...
Ehm.., betapa mudahnya seorang perempuan merelakan kegadisannya, melahirkan seorang anak tak berdosa, dan kemudian bercerai tanpa nafkah yang merupakan kewajiban sang "lelaki". It's all about mind set bukankah, dan nii mind set sebagian "besar" orang di bumi pertiwi ini