29 April, 2008

ke Medan

Akhir pekan minggu lalu saya habiskan di Medan, ada kerjaan dan kalau Medan selalu diwajibkan untuk berwisata kuliner :P. Medan gitu loh. Ada trade off sih dari perjalanan-perjalanan ini, satu sisi, memang hobi saya untuk mengunjungi tempat-tempat baru, tapi juga artinya meninggalkan si kembar di Jakarta. Seperti hari ini, saya seharusnya sudah berada di Bandung lagi (huuuu...sedih deh dengan ketidakadilan ini), dan Popop tidak mengijinkan saya membawa anak-anak saya, hwaaaaaaaaaaaaa, lebih sedih lagi, dia takut anak-anak sakit, karena Minggu malem kami memang baru pulang dari Bandung. Tapi kan dia nggak tau bagaimana perasaan bersalahnya seorang Ibu, dan pasti ada saja kejanggalan yang akan dimunculkan oleh anak saya kalau sering ditinggal...Asumsinya sih maunya kembali besok sore/malam, jadi saya hanya 1 malam tidur di Bandung


Balik ke Medan, saya memang selalu mendapat privilege dari perjalanan-perjalanan dinas saya, hehehe, karena perjalanan saya seringkali untuk mendampingi pejabat, hehehe, jadi segala jenis makanan yang saya tidak tahu dan tidak mampu mampir ke lidah saya...

Perjalanan kali ini dimulai dengan Tip Top (es krim tempo dulu di kota Medan) masuk kategori bintang 3 lah di lidah saya, alias biasa :) abis di Bandung dan Semarang juga ada jenis ini. Nah, hari berikutnya baru wisata kuliner ini terjawab, saya dibawa ke Restoran Mandailing namanya Sibolga, menu utamanya ikan (kebayang kan sehatnya). Ada ikan Sombong (ikan air tawar yang hanya dibakar) rasanya manis luar biasa. Ada ikan limbat (ikan sale) yang digule, daun singkong tumbuk, dan berjenis-jenis ikan yang rasanya memanjakan lidah. Sering saya ke Medan, tapi baru kali ini ke restoran ini, maklum biasanya kami dibawa makan Sea Food. Lain padang lain ilalang memang, lain bos juga lain selera....

Nggak hanya itu, pulang dari sana, kamipun ke Sun Plaza, dan disana ada Kopi Tiam baru, dengan rasa yang unik harganya yang tidak terlalu mahal dan penganan yang khas. Ehm...enak deh..., penganan yang kami pilih ...talas goreng, steam apa..., pokonya menyenangkan ditemani dengan kopi late (note: nulisnya memang begitu...). Malamnya pun saya mencoba kopi
tiam di Merdeka Walk (buat saya, belum ke Medan kalau belum ke Merdeka Walk). Pilihan pun jatuh pada secangkir teh tarik dan roti Sarikaya bakar + keju (ah...indahnya dunia). Tentunya oleh-oleh standar dari Medan: bolu Meranti, bika ambon, manisan jambu, sirup markisa dan terong belanda....

21 April, 2008

31 tahun

Alhamdulillah-Alhamdulillah...sudah berumur 31 tahun, ucap syukur buat semua nikmat dan karunia yang sudah diberikan olehNya...
Dinyanyiin ulang tahun ama popop, lala dan dd, terus dd kekeuh mau ngasih kado yang dia beli sendiri di mall (katanya, how sweet...)
Oh iya ulang tahun kali ini disponsori oleh Bank Mandiri dan Jesslyn K-Cakes, halah..., alhamdulillah, terima kasih buat semua ucapan dan doanya, walaupun ya...., ada juga yang ngucapin setelah diingatkan :P

18 April, 2008

kalau anak sakit

Sebagai ibu..., memiliki anak sakit adalah hal yang paling tidak menyenangkan, apalagi ditambah dengan kamus penyakit saat ini yang sangat luar biasa banyaknya...
Diawali dengan Lala yang panas minggu lalu, tapi Lala udah sembuh dengan 1 hari diberikan obat penurun panas, nah Dd mulai terserang panas pada Minggu malam, karena penganut paham RUD (Rasionalization Use of Drug), sampai dengan hari Rabu Dd hanya kami berikan obat penurun panas.
Tapi, sampai dengan hari Rabu panasnya nggak turun, jadinya kami bawa ke RSPI dengan catatan kalau sampai 2 hari nggak turun, Dd harus periksa darah, dan sekarang sudah hari Jum'at..., panasnya Dd juga nggak turun...
Mudah-mudahan tidak terjadi apa-apa ya..., karena kebetulan di kantor beberapa anak teman saya juga mengalami gejala yang sama. Tapi Dd akan kami cek darahnya sore ini.., karena anjuran dokter sore saja...
Ya Allah...berikanlah Dd kesembuhan...

07 April, 2008

pergantian pemain

Pasti kalau ada pergantian rekan kerja dikarenakan mutasi, rotasi maupun keluar, kita ngerasa hugh..., berasa harus mulai dari awal lagi nih..., ada pengetahuan yang hilang dan menemukan teamwork yang solid adalah sesuatu yang tidak mudah...
Demikian pula dengan saya, tapi bukan pergantian rekan kerja yang membuat saya pusing kepala, melainkan pergantian "pembantaian"......haaiya...iyalah apalagi dengan full time working mother kayak saya dan punya anak yang masih kecil.., kejadian ini memutar kepala, karena saya kan berasda di luar rumah dari jam 06.00-sampai jam 06.00 lagi, dan suami saya juga begitu. While kedua ortu kami juga berdomisili di Bandung...
Sempet sih waktu mereka berumur kurang dari 1 tahun perjalanan Jakarta-Bandung menjadi hal rutin kami, note: waktu seringan di titipin di Ibu saya maksudnya..., sampai mereka adalah raja di raja dan ratu di ratu di keluarga saya...
Setelah itu, alhamdulillah, saya mendapatkan 2 (dua) suster yang handal dipercaya dan pokonya memberikan hal-hal yang positif buat dua kembar saya. Alhamdulillah deh, ketika anak-anak belum lancar ngomong, mereka mendapatkan suster yang sabar dan at least sukses membawa kebiasaan toilet training. Umur 1 tahun 4 bulanan lala-dd udah say good bye ama pampers. Dan mereka juga yang membuat dd-lala montok-montok, hehehehe. Atun bertahan selama 2 (dua) tahun, sedangkan Mira hanya 1 (satu) tahun karena digeta kawin dengan tetangga rumah di Bandung (haiya...)
Nah, setelah Mira menikah, saya nggak terlalu pusing, karena saya menerapkan sistem tandem, jadi ada Atun sang senior yang mengajarkan pada juniornya... Pokonya masih sip-sip deh... Nah, setalah Atun keluar (karena dia mau pindah jalur karir menjadi penjahit), mulailah balada ini. Ceritanya saya juga nggak mau pake suster lagi, secara anak-anak saya kan udah gede, udah sekolah (dan nggak mau dianter lagi ke sekolah cukup dengan jemputannya). Tapi, abis Lebaran lalu kayaknya rejeki saya masih di suster nih..., jadinya saya menemukan suster. Satu, dari keponakannya Mira (BS yang lama) dan satu lagi dari yayasan. Haduh tapi yang dari yayasan ternyata tidak memuaskan deh, dan dalam waktu 2 bulan saya pulangkan dia...
Akhirnya saya minta pada yang tersisa (ceilee) untuk mencarikan gantinya...., dan dia kemudian bilang ada partner kerja dia di tempat yang lama. For me it's good news, artinya mereka terbiasa bekerja sama. Bukan apa-apa mengelola dua orang pan aya we masalahnya... Ternyata, tidak menjamin Saudara, malah terjadi perang Bratayuda jigana....Pokona lasut deh..., sampai akhirnya the twins terpaksa mengambil dua minggu school leave :P karena Mbak-mbaknya dipulangkan juga...
Kemarin saya mendapatkan 2 pembantaian dari pembantaian Mama di Bandung. Jadi ya...sesuai dengan cita-cita saya dan suami, Stop Baby Sitter dan Mulai Hidup Hemat begituh... :). Tapi, ya...there's no free lunch, there's always trade off. Ya...semua mulai dari awal, saya harus mengajarkan mereka dengan kebiasaan-kebiasaan my twinnies dari A-Z..Alhamdulillah sih, sekarang mereka kan sudah lancar berbicara...., jadi mereka juga yang directing Mbaksnya..., Mudah-mudahan yang ini langgeng ya..., otherwise saya harus minta ijin setengah hari terus dari kantor (hawahahahahahaha). Dan ternyata..knowledge walk out itu sangat menyengsarakan lahir dan juga batin. Ya iyalah nggak sedikit uang yang harus dikeluarkan untuk pergantian pemain ini, dan tentunya batin juga, apalagi sebagai seorang Ibu..., we just want our children in the right hand.... Start knowledge management from now... (halagh...kok ke pekerjaan)