22 Mei, 2008

d art of having twins

Yang menyenangkan ketika memiliki anak kembar, adalah anak kita langsung memiliki teman bermain ketika dia lahir, dan kita nggak takut mereka kesepian, hehehe. Itu yang terjadi sama lala & dd, mereka sudah bermain-main sendiri di rumah (walaupun jangan ditanya deh kalo sudah berantem, hadoh), saling menjaga, saling memberi tahu, etc.

Yang kedua kalo jalan-jalan pasti selalu menjadi perhatian, belum pernah saya mengunjungi suatu tempat dan tidak ada orang yang tidak bertanya "kembar ya Bu...??". "Aduh senangnya punya anak kembar". "Lucu ya anak kembar"; dsb.... Sekarang DD agak kurusan, jadi sebenarnya lebih mudah dibedakan.

Nah impact dari kehamilan kembar ini yang sampai sekarang belum pulih, yaitu melarnya badan (tara.....). Yah begitulah the price that I have to pay. Puncaknya hari Minggu lalu yang merupakan hari belanja. Seperti biasa ada ibu dan 2 anaknya (yang tidak langsing, malah cenderung besar dan gemuk). Mereka bertanya: "anak kembar ya?". Saya jawab: iya (sambil tersenyum). Aih, lucunya, berapa tahun? Saya jawab: hampir empat tahun. Mereka bilang: wah, besar ya..., terus ibunya lagi hamil lagi...(sambil menunjuk perut saya). Kontan saya langsung bete dan saya jawab: Nggak, saya gendut aja, kayak situ juga kan...?? dan langsung meleos pergi...

Maksud saya itu adalah hal yang paling sensitif dari seorang wanita, walaupun saya gendut kan nggak musti dong saya dibilang hamil. Pokonya menyebalkan sekali deh... (mending kalo badan mereka sempurna, wong ini badannya lebih gendut dari saya, waiyo...)

21 Mei, 2008

100 tahun kebangkitan nasional

Tahun ini Indonesia memperingati 100 tahun kebangkitan nasional, seabad bow..., tentunya perjalanan yang tidak singkat, menurut saya sendiri makna 100 tahun ini adalah:

  1. Ditandai dengan rencana pemerintah menaikkan BBM (halah), pastinya harga-harga merangkak naik, baru kemarin saya diskusi dengan popop, waktu kami menikah 5 tahun yang lalu harga minyak 2L masih Rp 12.000/pcs, sedangkan sekarang, haiyaaa, sekitar Rp 23.000-an
  2. Otonomi daerah yang merajalela, saya terus terang adalah orang yang tidak begitu suka dengan pemilihan langsung pemerintah daerah. Alasannya biaya yang keluar tidak sedikit (coba biaya 50 M itu bisa buat subsidi harga minyak), sekarang semua artis ikutan pemilu, dan kapan mereka kerjanya. Contohnya saja Jawa Barat, setelah selesai dengan pemilihan Gubernur dilanjutkan dengan pemilihan walikota, dan terus dan terus. Kalo dipikir-pikir semua termakan dengan euphoria pemilihan ini. Agh, kebablasan namanya
  3. KPK yang menurut saya malah lama kelamaan kurang ada kerjanya (maaf ya temans yang kerja di KPK). Masak amplop kawinan aja ditongkrongin, come on, be realistic, ang pau pernikahan itu bukan buat orang tuanya loh, tapi buat bekal si anak menjalani bahtera rumah tangga
  4. Bukan berarti saya tidak nasionalis, tapi sepertinya sungguh nikmatnya rekan-rekan yang tinggal di LN, tidak memikirkan macet, jalanan jelek, harga minyak dan kebutuhan hidup yang semakin menggila
  5. Kembali ke tema peringatan Harkitnas tahun ini, Indonesia Bisa, do we...?? Saya sendiri tidak optimis

punya multiply deh

akhirnya setelah berkutet dengan friendster (dan diblock kantor, pis ah ) saya sempet pindah rumah ke blogspot (http://laladidi.blogspot.com). Oh iya saya juga punya facebook loh... (ehm...saya lupa tapi alamatnya apa, yang jelas cari aja fenny karlavita, pasti nemu deh). Nah, karena keinginan untuk membeli beberapa barang belanjaan, akhirnya saya pun terdesak untuk buat multiply (hehehe), karena buatnya sambil sembunyi-sembunyi dan tentunya di jam kantor (pis lagi ya...) saya jadi lupa menggunakan nama si kembar. Biasanya saya selalu put nama mereka berdua di identity saya...Untungnya punya multiply bisa cross-post ke blogspot juga, jadi blog saya disana juga tetap terup-date...

Jadi deh saya sekarang bermultiply ria ... :) http://fennykarla.multiply.com

19 Mei, 2008

Your Body Size

Alkisah saya dan DD yang lagi hobi-hobinya nonton Idola Cilik, tiba-tiba DD nyeletuk: Mi, kak Winda (salah seorang komentar.red) kurus banget ya.... Terus saya iseng nanya: kayak Mimi nggak..??

Jawaban DD: Nggak, Mimi Ndut kayak Mama Ira

Saya: gubrak... :

14 Mei, 2008

finally...



akhirnya beban berat itu terlepas juga, dan rasanya lega sekali...after all the hard work and hard time, finally the book just published and would be available soon on all book store. Phuiihhh, suatu perjalanan panjang diselingi dengan segala kekurangan, termasuk kekecewaan on the last minutes, entah karena ekspektasi yang digantung sudah setinggi langit, atau entahlah, mungkin ini juga proses pembelajaran buat saya. Dari cetakan yang kriting (aduh kenapa ya) sampai saya didaulat jadi MC dadakan, OMG, acara jam 3 dan kemudian saya diputuskan mengganti MC (yang gak lolos fit and proper test termasuk BB, he...). Padahal gimana mau jadi MC kalau hati ini rasanya tidak tenang :). tapi kalau udah dalam keadaan seperti hanya Tuhanlah jawabannya, bersamamu tidak ada kebuntuan ya Allah...

Ijinkan saya juga berterima kasih pada Allah SWT (saya diberikan kesempatan melakukan sesuatu yang dulunya tidak pernah saya bayangkan saya mampu melakukannya), pada keluarga kecil saya termasuk my twinnies yang telah merelakan waktu hari libur saya dan kadang saya terpaksa pulang malam untuk menyiapkan launching buku ini, akhirnya...semua terbayar dan senyuman dan applaus-an orang (walaupun tentunya bukan untuk saya). Dan untuk semua teman a friend in deed is a friend in need, i love you!!!







02 Mei, 2008

hari gini nggak pake batik..??

entah bagaimana, tapi itu semua harus disambut secara positif ya..., kalau sekarang batik lagi ngetrend banget di bumi pertiwi, dan modelnya lucu-lucu banget.....dan saya pun jadi penggemar batik, dan termasuk jualan batik, hehehehe, walaupun lebih banyak yang saya pake daripada yang saya jual (hehehehe, nanti suami saya marah)
Aduh jadi kalau hari jum'at nggak pake batik rasanya gimana banget ya...?? Nggak asyik, kayak hari ini nih, saya nggak pake batik jadi nggak PD aja.... Koleksi saya juga lucu-lucu dan one by one, kemarin ke ambas, untuk setingkat koleksi saya harganya sekitar 200 ribu ++. padahal saya jual hanya 175.000, pokonya batik asyik banget deh, ke mal-mal juga sekarang banyak banget yang udah pake batik....
Hari gene nggak pake batik...??