24 Januari, 2008

at the crossroad

Pilihan itu selalu datang di awal tahun yang membuat saya selalu tergoda dan pusing tujuh keliling (gak nyampe deng lima keliling aja). Sealu saja ada tawaran untuk pindah dan mendapatkan pekerjaan baru.. I know this institution is not my ended home, alam gue nggak disini, ke-HR-an gue nggak bisa berkembang pesat.

Dan selalu (buktinya hingga saat ini) emosional keibuan saya mengalahkan semuanya. Kalau saya pulang telat sedikit (akhir-akhir ini sih ketika ada pekerjaan yang sedang merongrong dan bersifat SEGERA) saya jadi pulang agak malam dan anak-anak jadi yah mengertilah...., dan seakan memiliki alarm, kalau saya bangun shubuh even jam 4 pun, mereka akan segera mengikuti bangun, dan mencari MIMInya dengan meraung

Ya.., saya tidak tahu akhir dari crossroad perjalanan ini, only heaven knows..., akankah naluri ibu ini tetap mengalahkan segalanya..., tapi sampai kapan ya...?

23 Januari, 2008

23 Januari 2005

Hari ini tiga tahun yang lalu ketika saya, popop dan twinjos (they were 6 months old) baru saja pulang dari berjalan-jalan, saya ingat while lala was so happy at the afternoon, ketawa-letawa di mobil, senyum-senyum....

Maghrib seperti biasa gadis-gadis kecilku waktu itu sudah tertidur...., jam 9 saya pun berencana untuk tidur, pan biasa kalo malem waktunya memberikan ASI, kemudian saya masuk kamar tidur (da udah ngantuk). Popop masih nonto tv, tiba-tiba HP saya berdering, calling ID: unyil, pas mau saya angkat, tiba-tiba batere HP saya drop, jadi HPnya langsung mati. Ah, ngapain ya adik bungsuku itu menelepon, pasti dia salah pencet, tadinya mau ke salah satu pacarnya....hehe

Tiba-tiba Popop masuk kamar dan bilang: nih, ada telepon dari Dvy, terus saya angkat: ada apa...? kok fenny hpnya nggak diangkat, oh iya baterenya habis, ada apa? Nggak fenny harus ke Bandung sekarang. Kenapa, papa masuk rumah sakit ya....? Nggak papa meninggal... Hahhhhhhhhh? (ceritanya selanjutnya sudahlah ya semua pasti menebaknya)

Semenjak saya menikah memang kondisi kesehatan Papa terus menurun tapi kepergiannya terasa sangat tiba-tiba. Banyak yang saya sesali memang dari kepergian beliau, bahwa ketika itu baru saja Idul Adha, dan saya tidak menghabiskan Idul Adha bersamanya karena salah satu kakak ipar saya menikah di Jakarta, sehingga keluarga suami saya datang ke Jakarta.

Kejadian itu tepat pada hari Minggu, saya masih ingat bahwa sudah sejak lama Papa meminta si kembar menemaninya di Bandung. Alasannya Papa sehat kalo ada kedua cucunya itu. Saya selalu ngotot untuk bilang: tunggulah Pa sampai mereka enam bulan saja, karena saya berencana memberikan ASI penuh sampai mereka 6 bulan. Pada hari Rabu, papa berencana menjemput mereka ke Jakarta karena tepat 26 Januari si kembar 6 bulan, sayangnya manusia hanya berencana. Paginya pun Papa masih telepon dan berbicara dengan kedua cucunya (tentunya bukan pembicaraan seperti cucunya sekarang dengan ecis)

Banyak memang yang saya sesali, rasanya belum cukup bakti saya untuk Papa. Saya juga teringat keinginan Papa untuk membukukan seluruh tulisannya. Papa memang seorang penulis, karyanya sering dimuat di harian umum. Sayangnya menerbitkan buku jaman dahulu tidak semudah sekarang seiring dengan berjamurnya toko buku dan perusahaan penerbit. Papa juga seorang pembicara handal dengan jam terbang yang cukup tinggi. Entah Papa sudah tahu atau belum, tapi saya baru tahu sekarang, bahwa saya mempunya kesukaan menulis, hehehe, sudah beberapa buku yang saya bantu penulisannya, hehe.

Kalau teringat saya menyesal, bagaimana tidak, ayah saya sendiri tidak saya bantu dalam penyusunan bukunya.... Sekarang saya pun mulai agak-agak laris manis menjadi moderator dengan honor (hehehe). Rupanya ya, buah tidak jatuh jauh dari pohonnya...

Seandainya Papa melihat dari alam sana, terima kasih ya Pa untuk semua bakat yang diberikan, i love you more than I knew it, semoga saya tetap bisa menjaga pesan Papa yang Papa sampaikan satu hari menjelang pernikahan saya, do'a saya untuk Papa, semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah Papa dan mengampuni seluruh dosa Papa..

Pa, I always proud for having you as my father, you are the greatest father in the world, Luv U (even it was three years ago, there's still tears falling down from my eyes)

18 Januari, 2008

do i have 3 years old twin sister...?

Sometimes i wonder do i have a three years little girl, hahaha, terkadang anak jaman sekarang memang berbeda ya.. dengan jaman kita dulu...
Dulu spertinya saya tidak pernah berargumen seperti itu dengan orang tua saya, ceritanya Lala ngotot pengen naik ojek ke sekolah dan tidak mau lagi menggunakan mobil jemputan. Ampun ya...? Saya bilang tunggu sampai Lala masuk kindergarten ya, nanti kita beli motor dan Lala dianter mbak naik motor (kebetulan mbak yang sekarang bisa naik motor). Lala bilang dia nggak mau, dia tetep MAU NAEK OJEK, berikut percakapan saya dan Lala:

Mimi: Lala, nanti Lala bisa kepanasan atau kehujanan kalau naek motor
Lala: Kan Lala bisa pake topi Mi...
Mimi: Kalo Lala keujanan gimana..?
Lala: pake jaket yang ada topinya, yang dibeliin mimi
Mimi: La, tetep Lala bisa keujanan, kan anginnya gede....
percakapan dihentikan, agak susah menjelaskan hujan dengan angin besar kepada Lala, isu beralih ke keselamatan:

Mimi: La, nanti kan Lala bisa diculik kalo pake motor ama tukang ojek
Lala: nanti Mimi sama Popop salaman aja dulu ama abangnya, kenalan
Mimi: iya La, tapi kan Mimi nggak kenal, nggak tau rumahnya dimana...
Lala: Iya Mimi tanya dong lumah abangnya dimana.!!!
Mimi: tetep aja La. nanti Lala bisa dibawa kemana, yang Mimi nggak tau, Mimi kan sedih kalo Lala diculik
Lala: Ya, Mimi cali-cali aja Lala, paling Lala sekital-sekital sini aja kok, putelputel sini kalo diculik juga
Mimi: gubrak
Sekarang popop yang berusaha merayu princessnya

Popop: La, kalo Lala naek motor nanti Lala item, Lala kan princess harus cantik dan putih
Lala: Pop, Lala itu udah cantik, lucu, nggak papa item juga...

Jadinya, satu minggu ini Lala and Didi are sooooooooooooooo excited using ojek to go to school.

17 Januari, 2008

buat buku

Kalau anda rajin membaca koran atau mengikuti perkembangan perbukuan di tanah air, anda pasti ngeh banget deh, saat ini banyak sekali pembuat buku-pembuat buku baru, bukan djenar maesa ayu, bukan ayu utami, bukan kalangan penulis yang memang biasa menulis. Tapi kalangan pejabat dan politisi, ya mereka yang sekarang rame-rame membuat buku.
Sebut saja Akbar Tanjung, Jimly Asshidiqie, Presiden kita dengan "Indonesia on The Move"nya, Anwar Nasution, Valina (mantan anggota KPU) dan banyak sekali sederetan nama yang saya sendiri lupa, yang jelas mampu membuat saya terehem-ehem deh....

Oleh karena itu saya bangga dengan teman-teman segenerasi saya yang mampu membuat buku, luar biasa, saya sendiri..........? Hahaha, tunggu tanggal maennya lah...

07 Januari, 2008

Fifth Anniversary

Tidak terasa ya usia pernikahan saya sudah mencapai lima tahun, yang artinya sudah masuk usia balita yeuh, hehehe, alhamdulillah sudah lima tahun berjalan, sudah banyak yang kami lalui dan kami sekarang sudah memiliki dua putri kembar yang lucu-lucu dan tentunya memberi warna perjalanan pernikahan kami...

Kalau ditotal dengan waktu pacaran artinya sudah 8,5 tahun ya..., kami pertama kali memutuskan menjalin komitmen pada bulan Agustus 1999 dan kemudian menikah pada 4 Januari 2003. Saya dan suami memang tidak termasuk pasangan yang romantis, tidak memanggil satu sama lain dengan sebutan yang, sayang dan lain sebagainya. Pada waktu jam-jam kantorpun telepon kami deringkan jika ada keperluan saja.

Waktu pacaran saya panggil dia Mas dan kemudian dia panggil saya dengan "Ade". Setelah memiliki anak panggilan kamipun menjadi popop dan mimi (sama dengan si kembar). Hehe, tapi saya punya satu cerita, ketika ada seorang teman saya memanggil pasangan masing-masing dengan sebutan sayang, tapi ternyata malah selingkuh, dan menorehkan noda di karirnya. Iya, pasangan hidupnya meminta ybs untuk pindah bagian karena dicurigai ada affair dengan teman satu bagian. Mudah-mudahan walaupun tidak dengan sebutan sayang, tapi cerita tersebut jangan sampai mampir dalam perjalanan pernikahan kami.

Untuk celebrate our fifth anniversary, kami memilih Bali sebagai lokasi untuk melakukan rekonsiliasi, hahaha, jarang-jarang yeuh bisa pergi berdua tanpa membawa krucil, doa saya adalah perjalanan pernikahan kami langgeng sampai dengan akhir hayat. Aminnnnnnnnn....

03 Januari, 2008

Resolusi Tahun 2008

Selamat tahun baru ya semuanya
Mudah-mudahan tahun 2008 ini adalah tahun yang penuh kegembiraan bagi kita semua dan kita selalu berada dalam lindunganNya,
Nggak kerasa yah sudah tahun 2008 lagi, sepertinya waktu begitu cepat berlalu, sempet sih ngeliat arsip blog resolusi 2007 : http://caladd.blogs.friendster.com/caladd/, dan setelah dilihat kembali sepertinya pencapaiannya kurang dari 50%, hehehe, setelah merenung sepanjang malam, saya kembali mengeluarkan resolusi tahun 2008:

meningkatkan kualitas kehidupan agama (sholat dhuha, sholat
malam dan puasa senin kamis)
meningkatkan kualitas ke”ibu”an terutama kesabaran (tahu sendiri kan anak usia 3 tahun lagi hebohnya menunjukkan ego diri) juga tentunya ke”istri”an
lebih bersemangat dalam bekerja, disiplin
diri dan mencoba secara perlahan-lahan meninggalkan kebiasaan ”last minutes”.
Kumaha-nya adrenalin saya tidak bekerja jika tidak dalam detikdetik terakhir
yeuh :)
ngambil TOEFL (penting banget nih kayaknya)
kembali urusan keduniawian adalah: MENJADI KURUS (jigana setiap tahun terlewat dengan ketidakberhasilan untuk turun 4 kg SAJA :-) Ayo Fenny semangat, jangan jadikan efek yoyo menghantui dirimu
LAST BUT NOT LEAST: tema saya untuk tahun 2008 ini adalah GERAKAN HIDUP HEMAT (ceileeeee), dengan KPI utama: tagihan HP kurang dari Rp 200.000/month
Begitulah, dengan tekat kuad dan semangat membulad mari kita wujudkan resolusi 2008 ini dengan penuh kekhidmatan :)

Liburan Panjang

Inilah kisah negaraku, begitu banyak liburan panjang yang dimunculkan, bukannya tidak happy sih, tapi lama-lama jadi kontra produktif juga... Contohnya tahun ini, tanggal 19 sudah bisa dianggap sebagai hari terakhir bekerja, walhasil ughh kerja rodilah menjelang tutup tahun, terutama masalah pembayaran... (hehehe) semua kisah berita acara serah terima pekerjaan saya tutup tanggal 19 maret 2007 jam 20.00 (cihuy kan..)

Sebelnya ama liburan panjang adalah badan jadi melar euy, tahu kan saya mah paling susah nurunin berat badan, tapi giliran naikkin mah cukup dengan berlibur di kota Bandung dan adanya Mbak Kar. Sumpah deh, masakan doi kan endang banget, jadi bete deh melihat jarum timbangan...

Satu hal lagi adalah pemborosan, hiks.., lagi liburan berasa uang itu kayak kucuran air ledeng (hehehehe), ya sudahlah yang penting si kembar happy, there's something that money cant buy bukankah...

Selamat Liburan Panjang semuanya...