07 April, 2008

pergantian pemain

Pasti kalau ada pergantian rekan kerja dikarenakan mutasi, rotasi maupun keluar, kita ngerasa hugh..., berasa harus mulai dari awal lagi nih..., ada pengetahuan yang hilang dan menemukan teamwork yang solid adalah sesuatu yang tidak mudah...
Demikian pula dengan saya, tapi bukan pergantian rekan kerja yang membuat saya pusing kepala, melainkan pergantian "pembantaian"......haaiya...iyalah apalagi dengan full time working mother kayak saya dan punya anak yang masih kecil.., kejadian ini memutar kepala, karena saya kan berasda di luar rumah dari jam 06.00-sampai jam 06.00 lagi, dan suami saya juga begitu. While kedua ortu kami juga berdomisili di Bandung...
Sempet sih waktu mereka berumur kurang dari 1 tahun perjalanan Jakarta-Bandung menjadi hal rutin kami, note: waktu seringan di titipin di Ibu saya maksudnya..., sampai mereka adalah raja di raja dan ratu di ratu di keluarga saya...
Setelah itu, alhamdulillah, saya mendapatkan 2 (dua) suster yang handal dipercaya dan pokonya memberikan hal-hal yang positif buat dua kembar saya. Alhamdulillah deh, ketika anak-anak belum lancar ngomong, mereka mendapatkan suster yang sabar dan at least sukses membawa kebiasaan toilet training. Umur 1 tahun 4 bulanan lala-dd udah say good bye ama pampers. Dan mereka juga yang membuat dd-lala montok-montok, hehehehe. Atun bertahan selama 2 (dua) tahun, sedangkan Mira hanya 1 (satu) tahun karena digeta kawin dengan tetangga rumah di Bandung (haiya...)
Nah, setelah Mira menikah, saya nggak terlalu pusing, karena saya menerapkan sistem tandem, jadi ada Atun sang senior yang mengajarkan pada juniornya... Pokonya masih sip-sip deh... Nah, setalah Atun keluar (karena dia mau pindah jalur karir menjadi penjahit), mulailah balada ini. Ceritanya saya juga nggak mau pake suster lagi, secara anak-anak saya kan udah gede, udah sekolah (dan nggak mau dianter lagi ke sekolah cukup dengan jemputannya). Tapi, abis Lebaran lalu kayaknya rejeki saya masih di suster nih..., jadinya saya menemukan suster. Satu, dari keponakannya Mira (BS yang lama) dan satu lagi dari yayasan. Haduh tapi yang dari yayasan ternyata tidak memuaskan deh, dan dalam waktu 2 bulan saya pulangkan dia...
Akhirnya saya minta pada yang tersisa (ceilee) untuk mencarikan gantinya...., dan dia kemudian bilang ada partner kerja dia di tempat yang lama. For me it's good news, artinya mereka terbiasa bekerja sama. Bukan apa-apa mengelola dua orang pan aya we masalahnya... Ternyata, tidak menjamin Saudara, malah terjadi perang Bratayuda jigana....Pokona lasut deh..., sampai akhirnya the twins terpaksa mengambil dua minggu school leave :P karena Mbak-mbaknya dipulangkan juga...
Kemarin saya mendapatkan 2 pembantaian dari pembantaian Mama di Bandung. Jadi ya...sesuai dengan cita-cita saya dan suami, Stop Baby Sitter dan Mulai Hidup Hemat begituh... :). Tapi, ya...there's no free lunch, there's always trade off. Ya...semua mulai dari awal, saya harus mengajarkan mereka dengan kebiasaan-kebiasaan my twinnies dari A-Z..Alhamdulillah sih, sekarang mereka kan sudah lancar berbicara...., jadi mereka juga yang directing Mbaksnya..., Mudah-mudahan yang ini langgeng ya..., otherwise saya harus minta ijin setengah hari terus dari kantor (hawahahahahahaha). Dan ternyata..knowledge walk out itu sangat menyengsarakan lahir dan juga batin. Ya iyalah nggak sedikit uang yang harus dikeluarkan untuk pergantian pemain ini, dan tentunya batin juga, apalagi sebagai seorang Ibu..., we just want our children in the right hand.... Start knowledge management from now... (halagh...kok ke pekerjaan)

Tidak ada komentar: