Tahun ini Indonesia memperingati 100 tahun kebangkitan nasional, seabad bow..., tentunya perjalanan yang tidak singkat, menurut saya sendiri makna 100 tahun ini adalah:
- Ditandai dengan rencana pemerintah menaikkan BBM (halah), pastinya harga-harga merangkak naik, baru kemarin saya diskusi dengan popop, waktu kami menikah 5 tahun yang lalu harga minyak 2L masih Rp 12.000/pcs, sedangkan sekarang, haiyaaa, sekitar Rp 23.000-an
- Otonomi daerah yang merajalela, saya terus terang adalah orang yang tidak begitu suka dengan pemilihan langsung pemerintah daerah. Alasannya biaya yang keluar tidak sedikit (coba biaya 50 M itu bisa buat subsidi harga minyak), sekarang semua artis ikutan pemilu, dan kapan mereka kerjanya. Contohnya saja Jawa Barat, setelah selesai dengan pemilihan Gubernur dilanjutkan dengan pemilihan walikota, dan terus dan terus. Kalo dipikir-pikir semua termakan dengan euphoria pemilihan ini. Agh, kebablasan namanya
- KPK yang menurut saya malah lama kelamaan kurang ada kerjanya (maaf ya temans yang kerja di KPK). Masak amplop kawinan aja ditongkrongin, come on, be realistic, ang pau pernikahan itu bukan buat orang tuanya loh, tapi buat bekal si anak menjalani bahtera rumah tangga
- Bukan berarti saya tidak nasionalis, tapi sepertinya sungguh nikmatnya rekan-rekan yang tinggal di LN, tidak memikirkan macet, jalanan jelek, harga minyak dan kebutuhan hidup yang semakin menggila
- Kembali ke tema peringatan Harkitnas tahun ini, Indonesia Bisa, do we...?? Saya sendiri tidak optimis
Tidak ada komentar:
Posting Komentar