Tapi lama kelamaan terjadi ketidakadilan menurut saya dan menurut seluruh orang di lembaga ini, ketika pemeriksaan terus bergulir dengan alur yang tidak proporsional, dimana kemarin sore dilakukan penangkapan. Mbok ya iya, kasus aliran dana (yang tidak dinikmati secara individu) dan dialirkan untuk sekelompok orang yang sedang duduk manis di gedung bundar senayan membuat seseorang menjadi ditangkap. Dengan alasan ditangkap untuk kepentingan pemeriksaan, hey, dimana hati nurani Anda lembaga yang terhormat! Memang dengan tidak ditangkap akan membuat ybs kabur, ya tentu tidak, kalian tidak melihat bahwa kami profesional. Mungkin mereka yang duduk di kursi terhormat dan di atas angin saat ini memang berkeinginan memberikan tekanan psikologis yang dampaknya lebih luar biasa.
Saya memang baru bergabung dengan institusi ini, tapi rasanya sekarang pun saya sudah terlibat secara emosional, betapa tidak adilnya, terlepas dari isu ini diangkat menjelang suksesi 17 Februari, tapi sudah sangat jelas ketidak proporsioanalannya, masak yang mengalirkan dana ditangkap, yang dialirkan dananya tidak ditangkap, kan aneh....!!!
Tidak rela rasanya melihat instansi ini diobok-obok oleh kepentingan politik segelintir orang, Anda mungkin melihat saya sudah sangat emosional, tapi jika Anda berada di dalamnya.
Memangnya lembaga itu mau menanggung resikonya jika pasar bergejolak dan nilai tukar rupiah menurun akibat ketidakpercayaan terhadap bank sentralnya... Duh, apa sih sebenernya yang ada di benak mereka, panggung politik apa yang sedang dimainkan dan siapa kah dalang yang"berhak mendapat penghargaan" (dalam konteks negatif ya). Yang jelas saat ini kami semua merasa kecewa akan ketidakadilan negeri ini, kasus pembelian lahan mahkamah konstitusi pun seperti lenyap ditelan bumi, tapi mengapa kasus aliran dana seperti menjadi hot news, ayo kalau mau berantas korupsi berantas dengan benar.... Ini pernyataan yang sudah publicly news..., dan mampu membuat saya setidaknya menitikkan air mata:
“Ass. Wr. Wb.
Mempertimbangkan makin beratnya tantangan yang harus dihadapi Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas makroekonomi dan stabilitas sistem keuangan serta menyikapi pemberitaan yang berkembang akhir-akhir ini, Dewan Gubernur Bank Indonesia ingin menyampaikan kepada seluruh pegawai Bank Indonesia dan masyarakat luas hal-hal sebagai berikut:
Kami ingin menegaskan kembali bahwa setiap kebijakan Bank Indonesia di dalam kondisi apapun senantiasa berlandaskan pada itikad baik dan ditujukan untuk kepentingan umum sesuai dengan mandat yang diberikan Undang-undang.
Kami siap untuk mengurai benang kusut persoalan yang sedang dihadapi saat ini sebagai bagian dari peran aktif Bank Indonesia dalam pemberantasan korupsi. Bank Indonesia akan senantiasa membantu proses hukum yang sedang berjalan dan dalam proses tersebut kita semua berharap bahwa hukum dapat ditegakkan secara adil.
Kami senantiasa bersikap pro-aktif untuk memperbaiki diri sebagaimana terbukti dari prestasi yang kita raih dalam beberapa tahun terakhir ini. Bank Indonesia juga selama ini telah berupaya untuk meningkatkan good governance dan di dalam hubungan ini kami tentu mengakui bahwa masih terdapat beberapa kelemahan namun kami memiliki komitmen yang kuat untuk melaksanakannya bersama-sama dengan seluruh jajaran Bank Indonesia dan seluruh elemen bangsa.
Kami berharap di masa depan tidak ada lagi situasi yang membuat ketidakpastian di dalam berkarya dan yang berpotensi merusak kredibilitas Bank Indonesia sebagai bank sentral dan meruntuhkan kepercayaan dunia internasional pada ekonomi negeri ini. Kami, Dewan Gubernur tidak rela bila Bank Indonesia dipermainkan untuk kepentingan-kepentingan tertentu. Oleh karena itu kami berharap bahwa proses pemilihan Gubernur yang akan datang akan dilakukan secara lebih fair, bersih, objektif, dan bertanggung jawab.
Melihat semua ini, saya sebagai pribadi ingin menegaskan bahwa setelah masa jabatan saya berakhir saya tidak berniat untuk menduduki jabatan ini kembali. Saya meyakini bahwa sebagai warga negara, saya akan tetap dapat mengabdikan diri pada bangsa dan negara yang kami cintai ini.
Mudahmudahan keadilan dalam negeri ini bisa terjadi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar