28 Juli, 2008

empat tahun

Alhamdulillah, twinnies sudah berumur 4 tahun sekarang, sudah besar-besar, pertanyaannya juga semakin ajaib dan mereka juga sudah mulai sering menuntut. Pokonya pengalaman menjadi orang tua akan menemukan kejutan-kejutan deh setiap harinya. Lala dan Dd juga sudah semakin kooperatif sekarang, sangat mandiri, dan sangat concern terhadap penampilan mereka. Udah nggak cerita deh untuk memilihkan baju buat mereka, yang ada mereka yang akan memilih sendiri. Kayak kue ulang tahun ini nih, Lala memilih menjadi Gabriella yang Sexy (High School Musical) dan Didi memilih menjadi Princess Aurora. Berdasarkan pembicaraan dengan keduanya juga, tidak ada birthday celebration tahun ini, yang ada hanya makan malam keluarga aja, dan kami memilih d'Palm yang di Jl. Lombok-Bandung, dengan alasan tempatnya cozy, asyik buat anak-anak, ada kolam ikannya, dan tentunya ada program 50% dengan kartu kredit Mandiri (hehehe) walaupun makanannya mah so-so.

Jadi inget waktu pertama kali hamil, hehehe, saya dan suami kan memang berniat menunda satu tahun dengan kalender, eh begitu ngelanggar, langsung deh telat, dan pas dicek sudah bergaris dua.. Lima minggu pertama cek ke RSPI (rekomendasi Mully nih), nggak ada keluhan, kata dr.nya baik, walaupun saya bilang saya udah mulai mual-mual dan pusing-pusing. Minggu ke-9 dr. langsung bilang kalau kembar, dan minggu ke-16 udah ketauan kalo putri dua-duanya...Canggih ya ilmu kedokteran sekarang. Setiap dilihat dua personil ini selalu sedang aktif bertinju (hehehe)

Yah, kehamilan kembar memang luar biasa, dengan tingkat mabok yang luar biasa juga (halah) sampai dengan 4 bulan, dan mulai bulan ke-7 saya juga mulai mabok lagi. Ketika proses pemilihan nama, saya memang pengen punya nama dengan tiga kata, dan saya juga pengen anak-anak saya punya nama panggilan. Soalnya nama saya hanya 2 kata (walaupun semenjak tahun 1998, fam name siregar selalu saya pake), dan saya nggak punya nama panggilan, kecuali oleh teman-teman terdekat yang mencetuskan nama PEPEN pada diri saya :)

Ngomong-ngomong mengenai kehamilan kembar, sekarang banyak ya yang hamil kembar (dengan atau tanpa keturunan kembar). Di angkatan kuliah saya saja sudah ada 2 orang yang kembar (tapi yang 1 dengan terpaksa direlakan), di bagian saya ada juga yang sedang hamil kembar, dan 1 angkatan pendidikan saya sudah 2 orang juga yang kembar...ehm ini mungkin trend ya...ayo semua buat anak kembar :)

03 Juli, 2008

PRT/BS

Sebenernya ini pertanyaan Efa ke email-ku, hanya yah biar keinget deh suka dukanya punya pembantu di Indon, hehehe, jadi buat Teh Shinta atau Mbak Gege yang tinggal di negeri orang, cukup senanglah kalian tidak mengalami persoalan ini :) Yang jelas cukup bikin pusing kepala. Tapi thanks God, ternyata masalah ini bukan hanya saya yang mengalami, sebagian besar teman-teman saya mengalami hal yang sama juga:

dulu kan si atun sama mira nih BS dapet dari temennya mas henry...(TOP BGT Deh, malah lebih sabaran mereka daripada gue, hehehehehe) ngurus rumah juga beres
nah mira kawin jadinya atun ama tuti; tuti dapet dari yayasan yang di wonosobo....
terus abis lebaran kemaren ganti jadi susan (susan itu ponakannya mira) sama iis (dari yayasan yang di yogya)
atun pindah jalur karir jadi tukang jait, dibujuk dengan milyaran dia juga nggak mau ceunah, mau jadi penjait, sedangkan tuti kan tadinya fresh grad, dengan dia pulang ke yayasan menjadi yang berpengalaman dan tentunya gaji lebih besar dibandingkan kalo dia terusin di gue dengan penambahan gaji Rp 25.000/3 bulan

Iis tidak memuaskan dan dipulangkan; diganti Nur (temennya Susan di tempat yang lama) Eh Nur malah sakit, terpaksa lah dia dipulangkan dan Susan juga mau pulang. Akhirnya selesailah perBS-an gue, dan gue memutuskan pake pembantu
namanya Murni dan Mis (ambil dari temennya pembantu nyokap), baru 2 bulan Mis merasa gaji dia sudah cukup untuk membuka usaha di kampung..., dia minta berhenti dengan alasan nggak boleh ama suaminya...Gue bilang kalo mau keluar harus ada gantinya, jadilah dia mencarikan namanya Nita...(temennya Murni juga)
Nah sekarang gue punya dua pembantu dengan tugas ngawasin anak juga namanya Murni dan Nita, secara anak gue aja udah nggak mau lagi dianter sekolah ama pembantu, cukup jemputan saja
Demikian